Thursday, 16 September 2010

Berita Nagreg selama Mudik 2010


Nagreg 13 september 2010

Kabut dan hujan deras mengganggu perjalanan pemudik.Sejumlah pengguna jalan yang kebanyakan pengguna sepeda motor memilih untuk berteduh di warung yang berada di pinggir jalan demi keselamatan mereka

Nagreg 14 september 2010
Puncak arus balik di sekitar jalur Nagreg Kabupaten Bandung, berdasar pengamatan dan pemantauan Polres Bandung, diperkirakan bakal terjadi antara Selasa  atau H+3 dan Sabtu mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo, bersama Kasatlantas Polres Bandung, AKP Edwin Affandi, di Pos Pam Nagreg, Minggu malam..
Menurutnya, mengantisipasi puncak arus tersebut pihaknya akan memaksimalkan fungsi jalur-jalur alternatif termasuk jalur Lingkar Nagreg. Penggunaan jalur Lingkar tersebut dilakukan untuk mencegah kondisi macet total. Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan pihaknya akan mengoptimalkan pendampingan Satlantas di setiap titik penanggulangan.
Hendro berpesan kepada seluruh pengguna jalur Nagreg dan sekitarnya untuk menjaga kondisi fisik serta mengoptimalkan kemampuan jelajah kendaraan. Fisik sopir atau pengemudi, katanya, sangat penting, terlebih bila disertai primanya mesin dan kelengkapan kendaraan.
Nagreg macet 8kilo meter

Jalur mudik Jawa Barat wilayah selatan melalui Nagreg, Sabtu, macet sepanjang 8 kilometer dari bundaran by pass Nagreg hingga Jalan Cagak akibat membeludaknya kendaraan dari arah barat menuju timur.
Petugas pos pengamanan lalu lintas Jalan Cagak, Polres Bandung, AKP Nana Kurnia, mengatakan, kemacetan sudah terjadi sejak Sabtu pagi hingga memasuki pukul 12.00 WIB.
Situasi kemacetan jalan di kawasan Nagreg itu, kata Nana, ujung kemacetannya berada di jalan Nagreg, Kampung Warung Lahang, atau bundaran jalan by pass, hingga melewati Jalan Cagak masih dipadati kendaraan.
Kemacetan itu akibat kepadatan kendaraan yang masih mudik ataupun pergi ke tempat wisata dan bersilaturahim, serta banyaknya angkutan umum berupa bus.
Kepadatan kendaraan dari Jalan Cagak terjadi menuju Tasikmalaya ataupun Garut yang didominasi kendaraan mobil pribadi dan sepeda motor.
Sementara situasi arus lalu lintas dari arah timur menuju barat relatif lancar, baik dari arah Garut maupun Tasikmalaya, yang dialihkan melintasi jalur lingkar Nagreg.
Sementara itu, akibat kepadatan kendaraan tersebut, pihak kepolisian terus melakukan pengamanan dan pengaturan jalan di setiap pertigaan jalan dan di tempat-tempat yang disinyalir dijadikan tempat istirahat para pengendara.

Bahkan karena kepadatan kendaraan di jalur Nagreg itu, petugas kepolisian mengarahkan kendaraan sepeda motor melintasi jalur kiri, sedangkan jalur kanan untuk kendaraan roda empat.

Wednesday, 8 September 2010

Pancasila

History

In 1945, facing the need to pull together the diverse archipelago, the future PresidentSukarno promulgated Pancasila as "Dasar Negara" (philosophical foundation/political philosophy of Indonesian state). Sukarno's political philosophy was mainly a fuse of elements of Socialism, Nationalism and Islam. This is reflected in a proposition of his version of Pancasila he proposed to the BPUPKI (Inspectorate of Indonesian Independence Preparation Efforts), in which he originally espoused them in a speech known as "The Birth of the Pancasila" on June 1, 1945[1]:
If you want English language Clik Here

Share

Followers